Usaha Dan Keberuntungan, Kunci Sukses Mendokumentasikan Bima Sakti

6Gugusan bintang yang terangkum dalam Milky Way atau Galaksi Bima Sakti memang sangat indah. Hamparan bintang itu membentuk sebuah jalur yang memancarkan cahaya dari langit yang jaraknya jutaan atau mungkin ribuan kilometer.. Namun sayang, mata manusia tak bisa melihat sejauh itu dengan jelas. Hanya bintang-bintang terdekatlah yang dapat terjangkau oleh pandangan manusia.

Maka untuk menikmatinya dibutuhkan kamera berteknologi canggih yang mampu menangkap cahaya sampai 30 detik lebih. Kamera harus memiliki sistem untuk menangkap objek gelap. Misalnya dengan memiliki ISO hingga 3200 dan fitur lainnya yang menunjang. Beberapa kemampuan tersebut dimiliki oleh kamera DSLR, Morror Less, dan poket berteknologi terbaru.

Tapi bukan hanya kamera yang menjadi penentu keberhasilan mendokumentasikan Milky Way. Dibutuhkan sedikit usaha dan keberuntungan. Usaha ini diaplikasikan lewat pencarian tempat-tempat yang menunjang seperti pegunungan, pantai, pedesaan, atau tempat terpencil lainnya. Pergilah ke tempat tersebut sambil liburan. Ini dibutuhkan karena Bima Sakti tak bisa terekam dalam situasi yang penuh polusi cahaya. Polusi disini diartikan banyaknya cahaya yang terpancar dari tempat dimana milky way akan diambil. Misalnya di perkotaan. Polusi cahaya tersebut, akan membuat hasil jepretan justru terlalu over exposure. Ini dikarenakan kamera akan diatur untuk menangkap cahaya dalam waktu yang lama. Semakin lama maka akan semakin banyak cahaya yang masuk. Bila disekitar terlalu banyak cahaya, maka seperti yang dijelaskan diataslah yang akan terjadi. Untu itu, pergilah ke tempat-tempat seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Sisanya dibutuhkan keberuntungan. Bila beruntung mendapat kondisi langit sedang cerah, maka peluang memotret Bima Sakti akan semakin terbuka. Saat langit dalam kondisi seperti ini, lihatlah ke atas dimana terdapat banyak bintang. Bila dilihat lebih jeli, akan ada sesuatu yang sangat tipis menyerpai awan diantara bintang-bintang tersebut. Setelah itu, carilah lokasi yang paling pas agar gambar akan terlihat semakin indah. Misalnya ditempat yang terdapat pohon, atau gubuk sebagai pemanisnya. Lalu arahkan lah kamera ke titik yang tadi. Pastikan menggunakan bantuan tripod agar kamera tidak goyang yang bisa berakibat gambar menjadi blur.

Setelah semua faktor itu di peroleh, waktunya pulang ke rumah untuk memindahkan data dari ke kamera ke smartphone. Lalu bagikanlah hasil tersebut di akun media sosial dan dapatkan ‘like’ serta komentar positif dari pengikutmu. Jadi dokumentasi liburanmun akan semakin beragam.

About the Author