Dieng Plateau, Tanah Dewa Sejuta Pesona

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Jawa Tengah memiliki banyak sekali potensi wisata. Salah satunya adalah yang terkumpul di dataran tinggi Dieng, Wonosobo. Kawasan yang berada di ketinggian 1000 – 2500 mdpl ini mampu memberikan sejuta keindahan yang tak boleh anda lewatkan setidaknya sekali seumur hidup. Wilayah ini sangat kaya akan warisan budaya serta pemandangan alam yang luar biasa.

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Dieng merupakan tanah warisan dari budaya Hindu Kuno. Ini tercermin dari nama Dieng itu sendiri yang berasal dari kata ‘Di’ yang berarti tanah dan ‘Hyang’ yang berarti Dewa/dewi. Maka dari itu Dieng diyakini merupakan tanah tempat tingal para dewa dewi jaman dahulu. Hal ini dipertegas dengan hadirnya deretan candi-candi kecil serta artefak bernuansa Hindu di ketinggian sekitar 2000 mdpl yang diberi nama sesuai kisah Mahabrata seperti Bima, Gatot kaca, Arjunal, Setyaki, dan Dwarawati.

Pesona Budaya Dieng tak hanya sampai disitu. Ada hal unik lainnya yang tak boleh dilewatkan di Dieng, yaitu fenomena Anak Gimbal/AnakGembel/Anak Bajang yang dianggap sebagai titisan Eyang Agung Kaladate dan Nini Ronce selaku lelulur warga suku Dieng. Mereka adalah sekumpulan anak berambut gimbal yang tak semua anak memiliki rambut seperti ini. Rambut ini tak boleh dipotong sembarangan, jika dilakukan konon si anak akan jatuh sakit dan keluarganya akan tertimpa musibah. Harus ada ritual khusus yang dilakukan untuk memotong rambut mereka. Tak perlu khawatir, wisatawan dapat melihat langsung ritual potong rambut gimbal ini setiap tahun lewat acara Dieng Culture Festival. Tahun ini acara tersebut diadakan pada 31 Juli sampai 2 Agustus 2015. Tidak hanya pemotongan rambut, dalam acara tersebut juga akan dilaksanakan parade budaya, pesta balon dan lampion, festival film indie Dieng, pagelaran Jazz atas awan, pameran kesenian, pesta kembang api, dan masih banyak lagi. So, save the date supaya tidak terlewatkan moment langka tersebut.

Selain budaya, keindahan alam Dieng pun menjadi salah satu pesona yang dapat dinikmati sepanjang tahun, namun jelas waktu terbaik untuk pergi kesana adalah di musim panas dengan Agustus sebagai puncaknya. Keindahan alam yang tak boleh terlewatkan sedikitpun di Dieng adalah fenomena Golden Sunrise dimana sinar matahari terbit memancarkan warna keemasan yang cahayanya dipecah oleh gunung-gunung tinggi seperti Gunung Sindoro dan Sumbing. Untuk menikmatinya, ada dua spot yang dapat dikunjungi, yaitu bukit Sikunir di ketinggian 2300 mdpl dan puncak Prau dengan tinggi 2565 mdpl. Keduanya bersaing menjadi tempat menikmati matahari terbit terbaik se Asia.

Golden Sunrise Bukit Sikunir (Foto: Istimewa)

Golden Sunrise Bukit Sikunir (Foto: Istimewa)

Bukit Sikunir menjadi tepat wisata yang ramah bagi wisatawan non pendaki karena untuk mencapai puncaknya hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Ini karena titik awal pendakian tidak berada terlalu jauh dari puncak. Biasanya, waktu terbaik untuk memulai pendakian ke Sikunir adalah jam 3 – 4 WIB jelang fajar. Siapkan jaket yang tebal agar tubuh mampu menahan terpaan udara yang sangat dingin disana.

Sedangkan untuk mencapai puncak Prau, dibutuhkan tenaga lebih mengingat jalurnya yang sedikit lebih sulit dan jarak yang lebih jauh. Biasanya pendakian memakan waktu sekitar 3-4 jam. Waktu terbaik untuk memulai pendakian adalah tengah malam agar sebelum fenomena golden sunrise tersebut muncul, anda sudah sampai di puncak. Banyak pula wisatawan yang mendaki di siang hari demi mengejar kehangatan langit senja yang juga sama indahnya.

 

 

Golden Sunrise Gunung Prau (Foto: Istimewa)

Golden Sunrise Gunung Prau (Foto: Istimewa)

Awal pendakian dimulai dari daerah Petak Banteng sebagai pos/basecamp gunung Prau. Dari sana, pendakian akan dibuka dengan jalur yang cukup bersahabat setidaknya sampai pos 3, dari pos 3 barulah jalan terjal yang cukup licin menghadang. Tapi tak perlu khawatir, keindahan pemandangan di dataran tinggi dieng seolah menghipnotis tubuh agar melupakan lelah yang terasa. Belum lagi, bila dilakukan dimalam hari saat langit cerah, hamparan bintang seolah menunjukan jalan menuju puncak. Jelang puncak, hamparan taman bunga Daisy yang indah menyapa dengan manisnya. Seolah menjadi permulaan dari segala keindahan yang bisa dirasakan di puncak. Namun tentunya hal ini hanya dapat dirasakan setelah matahari terbit.

Sampai di puncak, semua lelah akan diganti dengan takjub atas indahnya pemandangan jelang fajar di puncak tertinggi Dieng. Langit berwarna hitam berampur bergradasi dengan biru tua dan kuning keemasan yang pecah saat bertemu kegagahan gunung Sindoro dan Sumbing yang berdiri berdekatan di depannya. Saaat langit mulai sedikit terang, kesejukan padang rumput berbukit akan memanjakan seluruh tubuh anda. Memberikan sensasi pemandangan Zew Zealand yang membuat anda seolah sedang bermain dengan Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Poo. Sungguh lukisan Tuhan yang luar biasa cantiiknya. Membuat anda tidak akan pernah menyesal pernah melihatnya langsung.

Di Dieng pula, anda dapat menikmati beberapa panorama dari rekahan tanah akibat aktifitas vulkanis yang membentuk telaga. Seperi Telaga warna yang airnya hijau dan sejuk dikelilingi pohon rindang, lalu ada telaga Pengilon, Balekambang, Cebong, Dringo, Merdada, dan Menjer. Selain telaga. Dieng Plateau juga dihiasi dengan beberapa kawah yang menegaskan status tempat ini sebagai daratan vulkanis diantaranya kawah Candradimuka, Sikidang dan Sileri.

Telaga Warna (Foto: Istimewa)

Telaga Warna (Foto: Istimewa)

Setiap wisatawan yang datang ke Dieng juga akan memeroleh banyak informasi mengenai dataran tinggi ini melalui Dieng Plateau Theater (DPT) dengan menampilkan sebuah film dokumenter tentang sjarah kawasan wisata Dieng berdurasi lebih dari 20 menit dalam layar sebesar 2×3 meter, dengan kapasitas penonton mencapai 60 orang.

So, what are you thinking abou?! Matikan layar komputermu, keluarkan sedikit tabunganmu, luangkan sedikit waktu sibukmu, ajak orang tersayangmu, dan pergilah ke Dieng Plateau sebelum anda menyesal seumur hidup. Than, enjoy the holiday at Dieng Plateau.

About the Author

Dieng Plateau, Tanah Dewa Sejuta Pesona

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Jawa Tengah memiliki banyak sekali potensi wisata. Salah satunya adalah yang terkumpul di dataran tinggi Dieng, Wonosobo. Kawasan yang berada di ketinggian 1000 – 2500 mdpl ini mampu memberikan sejuta keindahan yang tak boleh anda lewatkan setidaknya sekali seumur hidup. Wilayah ini sangat kaya akan warisan budaya serta pemandangan alam yang luar biasa.

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Dieng merupakan tanah warisan dari budaya Hindu Kuno. Ini tercermin dari nama Dieng itu sendiri yang berasal dari kata ‘Di’ yang berarti tanah dan ‘Hyang’ yang berarti Dewa/dewi. Maka dari itu Dieng diyakini merupakan tanah tempat tingal para dewa dewi jaman dahulu. Hal ini dipertegas dengan hadirnya deretan candi-candi kecil serta artefak bernuansa Hindu di ketinggian sekitar 2000 mdpl yang diberi nama sesuai kisah Mahabrata seperti Bima, Gatot kaca, Arjunal, Setyaki, dan Dwarawati.

Pesona Budaya Dieng tak hanya sampai disitu. Ada hal unik lainnya yang tak boleh dilewatkan di Dieng, yaitu fenomena Anak Gimbal/AnakGembel/Anak Bajang yang dianggap sebagai titisan Eyang Agung Kaladate dan Nini Ronce selaku lelulur warga suku Dieng. Mereka adalah sekumpulan anak berambut gimbal yang tak semua anak memiliki rambut seperti ini. Rambut ini tak boleh dipotong sembarangan, jika dilakukan konon si anak akan jatuh sakit dan keluarganya akan tertimpa musibah. Harus ada ritual khusus yang dilakukan untuk memotong rambut mereka. Tak perlu khawatir, wisatawan dapat melihat langsung ritual potong rambut gimbal ini setiap tahun lewat acara Dieng Culture Festival. Tahun ini acara tersebut diadakan pada 31 Juli sampai 2 Agustus 2015. Tidak hanya pemotongan rambut, dalam acara tersebut juga akan dilaksanakan parade budaya, pesta balon dan lampion, festival film indie Dieng, pagelaran Jazz atas awan, pameran kesenian, pesta kembang api, dan masih banyak lagi. So, save the date supaya tidak terlewatkan moment langka tersebut.

Selain budaya, keindahan alam Dieng pun menjadi salah satu pesona yang dapat dinikmati sepanjang tahun, namun jelas waktu terbaik untuk pergi kesana adalah di musim panas dengan Agustus sebagai puncaknya. Keindahan alam yang tak boleh terlewatkan sedikitpun di Dieng adalah fenomena Golden Sunrise dimana sinar matahari terbit memancarkan warna keemasan yang cahayanya dipecah oleh gunung-gunung tinggi seperti Gunung Sindoro dan Sumbing. Untuk menikmatinya, ada dua spot yang dapat dikunjungi, yaitu bukit Sikunir di ketinggian 2300 mdpl dan puncak Prau dengan tinggi 2565 mdpl. Keduanya bersaing menjadi tempat menikmati matahari terbit terbaik se Asia.

Golden Sunrise Bukit Sikunir (Foto: Istimewa)

Golden Sunrise Bukit Sikunir (Foto: Istimewa)

Bukit Sikunir menjadi tepat wisata yang ramah bagi wisatawan non pendaki karena untuk mencapai puncaknya hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Ini karena titik awal pendakian tidak berada terlalu jauh dari puncak. Biasanya, waktu terbaik untuk memulai pendakian ke Sikunir adalah jam 3 – 4 WIB jelang fajar. Siapkan jaket yang tebal agar tubuh mampu menahan terpaan udara yang sangat dingin disana.

Sedangkan untuk mencapai puncak Prau, dibutuhkan tenaga lebih mengingat jalurnya yang sedikit lebih sulit dan jarak yang lebih jauh. Biasanya pendakian memakan waktu sekitar 3-4 jam. Waktu terbaik untuk memulai pendakian adalah tengah malam agar sebelum fenomena golden sunrise tersebut muncul, anda sudah sampai di puncak. Banyak pula wisatawan yang mendaki di siang hari demi mengejar kehangatan langit senja yang juga sama indahnya.

 

 

Golden Sunrise Gunung Prau (Foto: Istimewa)

Golden Sunrise Gunung Prau (Foto: Istimewa)

Awal pendakian dimulai dari daerah Petak Banteng sebagai pos/basecamp gunung Prau. Dari sana, pendakian akan dibuka dengan jalur yang cukup bersahabat setidaknya sampai pos 3, dari pos 3 barulah jalan terjal yang cukup licin menghadang. Tapi tak perlu khawatir, keindahan pemandangan di dataran tinggi dieng seolah menghipnotis tubuh agar melupakan lelah yang terasa. Belum lagi, bila dilakukan dimalam hari saat langit cerah, hamparan bintang seolah menunjukan jalan menuju puncak. Jelang puncak, hamparan taman bunga Daisy yang indah menyapa dengan manisnya. Seolah menjadi permulaan dari segala keindahan yang bisa dirasakan di puncak. Namun tentunya hal ini hanya dapat dirasakan setelah matahari terbit.

Sampai di puncak, semua lelah akan diganti dengan takjub atas indahnya pemandangan jelang fajar di puncak tertinggi Dieng. Langit berwarna hitam berampur bergradasi dengan biru tua dan kuning keemasan yang pecah saat bertemu kegagahan gunung Sindoro dan Sumbing yang berdiri berdekatan di depannya. Saaat langit mulai sedikit terang, kesejukan padang rumput berbukit akan memanjakan seluruh tubuh anda. Memberikan sensasi pemandangan Zew Zealand yang membuat anda seolah sedang bermain dengan Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Poo. Sungguh lukisan Tuhan yang luar biasa cantiiknya. Membuat anda tidak akan pernah menyesal pernah melihatnya langsung.

Di Dieng pula, anda dapat menikmati beberapa panorama dari rekahan tanah akibat aktifitas vulkanis yang membentuk telaga. Seperi Telaga warna yang airnya hijau dan sejuk dikelilingi pohon rindang, lalu ada telaga Pengilon, Balekambang, Cebong, Dringo, Merdada, dan Menjer. Selain telaga. Dieng Plateau juga dihiasi dengan beberapa kawah yang menegaskan status tempat ini sebagai daratan vulkanis diantaranya kawah Candradimuka, Sikidang dan Sileri.

Telaga Warna (Foto: Istimewa)

Telaga Warna (Foto: Istimewa)

Setiap wisatawan yang datang ke Dieng juga akan memeroleh banyak informasi mengenai dataran tinggi ini melalui Dieng Plateau Theater (DPT) dengan menampilkan sebuah film dokumenter tentang sjarah kawasan wisata Dieng berdurasi lebih dari 20 menit dalam layar sebesar 2×3 meter, dengan kapasitas penonton mencapai 60 orang.

So, what are you thinking abou?! Matikan layar komputermu, keluarkan sedikit tabunganmu, luangkan sedikit waktu sibukmu, ajak orang tersayangmu, dan pergilah ke Dieng Plateau sebelum anda menyesal seumur hidup. Than, enjoy the holiday at Dieng Plateau.

About the Author
×
Hai! Saya mau bertanya tentang paket tour dan yang lainnya